Apasih
sih definisi cinta? Sederhana saja, cinta adalah emosi dari dasar perasaan
seorang manusia. Rumitnya, banyak ilmuwan mengambil sebuah titik kesimpulan
yang mengatakan bahwa cinta adalah sebuah ilmu yang tidak dapat dimengerti.
Sebagai remaja yang masih dalam proses pencarian jati diri, kita tidak dapat
menghindari datangnya sebuah hubungan pertemanan baru antar lawan jenis.
Banyak
sekali para remaja yang lambat laun merasakan perubahan di hubungan pertemanan
lawan jenis ini. Bermula dari perasaan benar-benar ingin menambah teman dan
menambah koneksi, lama kelamaan menjadi perasaan yang tak menentu. Ada yang
bilang perasaan ini adalah sekedar rasa suka, mungkin juga cinta, namun
beberapa orang yang lain mengatakan bahwa ini hanya ikatan emosional. Sebagai
remaja yang tidak ingin terjebak dalam perasaan menggebu yang tak menentu+gak
jelas ini, yuk mari kita simak sejumlah penjelasan dari beberapa orang yang
dapat menerangkan bagaimana perbedaan dari perasaan-perasaan diatas :
1. Elaine
Hatfield ( Profesor Psikologi di Universitas Hawaii)
Penjelasan
dari beliau ini berisi tentang apa sih beda perasaan suka dan gairah (ikatan
emosional). Beliau pribadi mengatakan bahwa ada dua tipe dasar cinta:
Beliau
juga menjelaskan bahwa cinta yang didasari oleh gairah adalah semu, karena
dipengaruhi fungsi fisiologis pada manusia. Menurutnya, cinta ideal
adalah hubungan yang menggabungkan antara kenyamanan dan kasih sayang dengan
gairah itu sendiri.
2. Zick
Rubin (Psikolog)
Penjelasan
dari beliau ini berisi tentang apa perbedaan dari perasaan suka dan cinta. Zick
Rubin pribadi menjelaskan bahwa cinta yang romantis terdiri dari tiga unsur :
Beliau telah menawarkan cara
untuk mengukur perasaan cinta yang kompleks dalam rancangan
skalanya yang dijuluki ‘Rubin’s Scales of Liking and Loving’. Skala ini telah
mengungkapkan apakah seseorang mencintai atau hanya sebatas menyukai. Suatu
hari, beliau meminta sejumlah responden untuk mengisi skala, berdasarkan
bagaimana perasaan mereka kepada pasangan dan teman. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa perasaan terhadap teman memiliki skor tinggi pada skala
menyukai dan perasaan terhadap pasangan memiliki nilai tinggi pada skala mencintai.
3. John Lee (Penulis)
Beliau menjelaskan bahwa ada tiga tipe utama dari cinta dalam buku
klasiknya yang berjudul ‘The Colors Of Love’ pada tahun 1973. Tiga tipe utama
dari cinta, yaitu Eros (perasaan
cinta kepada seseorang yang dianggap paling ideal), Ludos (cinta dianggap
sebagai sebuah permainan) dan Storge (cinta dianggap sebatas persahabatan).
Menurut beliau, cinta sendiri bisa
tercipta dari hasil kombinasi antara Eros,
Ludos dan Storge adalah :
4. Robert Sternberg
Beliau menjelaskan bahwa cinta tidak
dapat tersusun hanya dengan satu komponen pada Triangular Theory of Love. Beliau
menyatakan bahwa sebuah rasa bisa disebut cinta jika di dalamnya tersusun tiga
komponen, yaitu:
Menurut beliau, hubungan yang dibangun
pada dua individu akan lebih sempurna jika didasarkan pada ketiga komponen
diatas. Sehingga Beliau memperkenalkan istilah yang ia sendiri menyangsikan
adanya cinta seperti itu di dunia. Yaitu, consummate love (cinta sempurna) untuk menggambarkan
kombinasi antara keintiman, gairah dan komitmen.
Nah, sebenarnya banyak sekali teori
tentang cinta. Tapi dari beberapa buku dan website yang pernah kubaca, sepertinya
hanya keempat teori itu yang bisa sedikit menjawab rasa penasaran kalian.
Ternyata penjelasan dari suatu rasa yang kita tujukan pada lawan jenis yang
masih dalam tahap pertemanan bisa serumit itu ya.
Kita sebagai remaja tidak salah
untuk mempunyai rasa sedemikian rupa kepada lawan jenis, namun ada baiknya
masing-masing dari kita telah menentukan patokan batas. Jangan mudah mengatakan
apa yang dirasakan di hati ini adalah rasa cinta. Kita masih muda, coba ingat
kata Pak Mario Teguh yang berbunyi “Jangan takut kehabisan jodoh. Kalau anda
berkualitas, cinta yang berkelas akan datang dengan sendirinya”
Jadi, yuk mari
mempersiapkan diri untuk datangnya cinta yang lebih berkelas nanti. Lalu,
setelah membaca coretan panjangku di atas apakah mungkin kalian satu pemikiran denganku? Sama-sama berfikir bahwa ‘Cinta’ adalah hal yang serius. Hal yang membuat kita harus berusaha keras untuk menjadi orang berkualitas saat sesuatu yang disebut 'Cinta' itu datang. Hal yang seharusnya tidak semudah itu dikatakan, kalau aku sih biasanya tidak berkata "Aku Cinta Kamu" tapi berkata "Ich liebe dich". Tidak, hanya bercanda :v . By the way, jangan lupa tinggalkan jejak ^^
Komentar
Posting Komentar